Kamis, 13 Januari 2022

Cerita Promil Anak Kedua (7): Istirahat Hati, Mental dan Dompet

Lanjut yuk ceritanya... Hehe.

Sesuai cerita sebelumnya, setelah penuh kegalauan berunding dengan suami, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat dulu ke dokter. Keputusan itu kayaknya direstui oleh semesta, karena qodarullah, obat induksi sel telur yang diresepkan oleh dokter (beda dengan resep induksi sel telur sebelumnya) gak ada di beberapa apotik yang kami datangi, bahkan termasuk di farmasi rumah sakit tempat saya periksa sendiri.

Ya udah, pas.

Sebenernya ada perasaan sayang juga saat memutuskan berhenti ke dokter. Karena perjalanan sudah sejauh ini, terus harus berhenti di tengah jalan lagi. Takutnya nanti saat mau ke dokter lagi, prosesnya juga harus ngulang dari awal. Huhu.

Tapi mau lanjut, kok ya dompet dan mentalnya pengen istirahat banget!

Soal dompet sih jelas ya, gak usah dijelasin juga udah jelas.

Nah kalo soal mental, emang capek gimana sih? Gimana yaaa... hari-hari tuh rasanya jadi kayak gak pernah berhenti kepikiran, bulan ini bakal mens gak yaaa.... terus kerjaannya menghitung hari terus. Begitu mens, periksa lagi, kepikiran lagi. Pas HB sama suami juga jadi kurang bisa menikmati karena sambil mikir, ini bakal jadi gak yaaa ini bakal jadi gak yaaa... wkwkwkw.

Tapi meskipun akhirnya kami memutuskan untuk berhenti ke dokter, bukan berarti kami berhenti berikhtiar. Hanya saja, kami berikhtiar dengan cara lain.

Ikhtiar apa sajakah itu?

Ikhtiar Langit

Kalau Tiktok sering diidentikkan sebagai media sosial yang gak ada manfaatnya karena isinya cuma orang joget-joget, saya sama sekali gak setuju.

Tiktok sama seperti media sosial lainnya. Ada konten positif, ada pula yang negatif. Lagi-lagi kembali kepada pemakainya. Kenapa tiba-tiba ngomongin tiktok? Karena, saya mendapat banyak informasi bermanfaat mengenai promil dari platform ini. Salah satunya tentang promil ikhtiar langit.

Ada banyak versi promil dengan ikhtiar langit. Tapi intinya satu, yaitu merayu Allah melalui ibadah agar berkenan mendengarkan doa kita, karena anak itu sepenuhnya hak prerogatif Allah semata. Ini juga jadi moment di mana saya kembali merenungi, bahwa mungkin selama ini hati dan pikiran saya masih dominan tertumpu pada ikhtiar dunia yang saya lakukan. Secara gak sadar saya seolah 'lupa' bahwa sehebat apapun ikhtiar yang saya lakukan, ketentuannya tetap milik Allah.

Beberapa ikhtiar langit yang saya lakukan saat itu di antaranya:

1. Berusaha memperbaiki ibadah wajib secara umum, dan memperbanyak ibadan sunnah di antaranya sholat dhuha, sholat malam dan puasa sunnah. Saya juga sempat puasa sunnah daud meski hanya sebulan, karena saya sempat sakit dan setelahnya gak lanjut lagi. Lanjutnya puasa senin-kamis saja.

2. Membaca 'Laa ilaha illallah, Almalikul haqqul mubiin, Muhammadurrasulullah shodiqul wa'dil aamiin', sebanyak 40x setiap usai sholat subuh.

3. Membaca surah Maryam ayat 1-11 sesering mungkin. Kalau bisa setiap usah sholat wajib.

4. Mendengarkan Ruqyah promil di Youtube.yang terdiri dari Surah Ali Imran ayat 33-41 (7x).

 

bacaan ruqyah untuk promil

5. Sedekah diniatkan agar Allah berkenan menitipkan amanah seorang anak yang sholih/sholihah untuk kita.


Selain itu saya juga tetap ikhtiar secara jasmani dengan minum beberapa suplemen (beberapanya banyak banget sih, hihi). Di antaranya vitamin D, kapsul minyak zaitun, habbatussauda, plus saya akhirnya memantapkan diri beli suplemen yang harganya tergolong lumayan mahal. Yaitu Ovaboost dan FertileCM, produk dari fairhaven. Saya beli lewat agen resminya karena khawatir palsu kalo beli di seller lain dengan harga lebih murah.

 

suplemen untuk promil

 

Satu lagi, saya juga rutin ngikutin Yoga di channelnya Kak Naomi yang namanya "My Fit Daily Dose". Di channel tersebut ada playlist yang berjudul Yoga Promil. Kayaknya olahraga yang paling cocok buat saya adalah yoga. Selain gerakannya yang kalem dan gak bikin stress badan, gak terlalu bikin capek, saya juga ngrasain banget efeknya.

 

yoga untuk program hamil

 

Sejak rutin yoga, saya jarang banget ngrasain kaku-kaku di badan. Tidur juag lebih nyenyak. Pernah juga suatu hari, mens saya seperti kurang lancar. Di hari ke-4, darah yang keluar udah dikiittt banget dan berwarna coklat tua kehitaman. Saya agak worry karna itu juga salah satu tanda hormon saya belum stabil. Saya langsung ngikuti yoga yang untuk melancarkan menstruasi di channel Kak Naomi juga. Alhamdulillah, bi idznillah darah mens saya keluar lagi dengan lebih normal.

Tapi, yang paling utama dari semua ini, saya berusaha untuk berdamai dengan apapun ketentuan Allah. Tugas saya berikhtiar, adapun hasilnya, biarlah Allah yang menentukan.


 


2 komentar:

  1. Makasi bun dah jawab pertanyaanku di postingan sblmnya. Aku juga di jadwalin buat hsg di rsia kusuma,tp kok takut hasilnya gag bagus. Membaca blog tentang hsg kyk e lebih baik dan lebih murah di kariadi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bun, saran saya ke KAriadi saja... bener deh, jauh lebih recommended.

      Hapus

Terimakasih telah mampir ke rumah maya sederhana saya... tinggalkan kesanmu, ya :)