Kamis, 01 Maret 2018

Kenapa Memilih Dipanggil Ibu?


Disclaimer: Tulisan ini berisi MURNI pendapat pribadi saya, tanpa bermaksud mengejek, merendahkan atau memojokkan panggilan Bunda, Mama, Mami, Umi atau yang lain. Tentu saja boleh gak setuju, tapi gak perlu debat 😊 Please, jangan ada baper di antara kita yaa 🙏

Pertanyaan lain yang sering ditanyakan oleh para penjenguk saat Faza lahir -- selain pertanyaan k*mpr*et soal 'Asinya udah keluar belum?', adalah pertanyaan tentang '(Faza) manggil (saya)-nya apa?'

Yang anehnya, saat saya menjawab 'Ibu', beberapa dari mereka lanjut tanya, 'Kok ibu?'

Bahkan ibu saya sendiri pun tanya begitu loh. Aneh kan? Aneh lah!

'Kok ibu?'

Lha emang kenapa kalo Ibu? Ada yang salah? 😂

Padahal saya manggil ibu kandung saya sendiri ya dengan panggilan ibu. Lalu kenapa beliau heran saat saya memutuskan untuk minta dipanggil ibu oleh anak saya? 😆

Baca juga: Belajar Parenting, Belajar Mendidik Diri Sendiri

Sebenarnya saya tau sih latar belakang kenapa ada beberapa orang yang heran saya pengen dipanggil ibu, termasuk ibu saya sendiri.

Faza lahir di kampung halaman saya, yang masih bisa dikategorikan sebagai desa. Cukup jauh dari kota kabupaten. Cukup jauh apa jauh banget ya lebih tepatnya, entahlah. Haha.

Kalau duluuu, di desa kebanyakan orang memakai panggilan emak. Atau beberapa memanggil ibu -- dan ini sudah termasuk yang paling modern. Sekarang? Panggilan emak sudah hampir punah 😂 Terutama di kalangan ibu muda. Mereka memilih untuk dipanggil bunda, mama, umi, bahkan ada juga yang mami.

Nah, tetangga-tetangga saya di kampung halaman sana beranggapan, saya (yang menurut mereka) sekarang berdomisili di kota (Semarang), pastilah akan memilih dipanggil bunda, mama atau umi. Makanya, saat tau saya memilih dipanggil ibu, mereka heran. Menurut mereka panggilan ibu itu ndeso 😅

Ibu saya sendiri sampe pernah meyakinkan diri dengan bertanya, "Kenapa to kok pengen dipanggil ibu? Gak pengen dipanggil bunda seperti yang lain?"

Saya jawab enteng. "Enggak ah. Kalo dipanggil bunda nanti jadi kayak guru PAUD, yang sekarang umumnya dipanggil bunda" 😁

Jujur, duluuu saya memang gak pernah kepikiran pengen dipanggil ibu sama anak-anak saya. Pilihan saya dulu ada 2: Bunda atau Umi. Tapi setelah hamil, saya gak tau kenapa berubah pikiran. Merasa 'gak aku banget' lah pokoknya.

Lagipula, dua kakak ipar saya dipanggil dengan sebutan itu. Yang satu bunda, yang satu umi. Saya pengennya anak-anak saya panggil mereka bunda dan umi juga, bukan budhe 😊 Makanya saya jadi cari panggilan lain.

Jadi, kenapa saya memilih dipanggil ibu?

Karna saya juga memanggil ibu saya dengan panggilan ibu. Karna setiap saya menyebut kata ibu, hati saya hangat. Karna bagi saya, sebutan 'ibu' selalu menggambarkan banyaaakkk kebaikan, kedamaian, kesederhanaan, kebersahajaan. Karna saya ingin saat kelak Faza sudah dewasa dan hidup jauh dari saya, Faza merasakan hal yang sama rasakan saat menyebut kata 'ibu' 😭 *kenapa jadi drama gini* 😂😂

Intinya, menurut saya panggilan ibu itu 'saya banget'. Simpel, sederhana dan romantis. *uhuk* 😂

Eniwei, jaman sekarang panggilan untuk ibu variatif bangettt ya. Kreatifnya orang sekarang superrrr banget lah pokoknya. Saking kreatif dan anti-mainstreamnya, banyak banget yang punya 'plesetan' untuk panggilan ibu ini.

Jadi gak cuma ibu yang umum sekarang. Umi, bunda, mama dan mami pun udah mulai dianggap terlalu umum. Berganti: Bubu, Ibun, Embun, Ami, Umami, dll embuh apa lagi 😂

Nah, kalau teman-teman, dipanggil apa sama ananda-ananda tercintanya? Share alasan kenapa memilih panggilan itu di kolom komentar yaa 😊

7 komentar:

  1. Aku maunya dipanggil bunda, tapi baby-nya panggil mama. Maklum ya, masih babling... cuma kalo panggil ayah malah udah lancar.

    Alasan sih, enak aja didenger. Anaknya jadi kayak manja gt sama aku. Xixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo mama emang jauh lebih mudah untuk kemampuan bicara bayi ya mbak... hihi

      Hapus
  2. Kakak Ghifa manggil aku sesuka hatinya. Kadang ami, umi, mamak. Suka-suka Kakak lah. Hahahaha. Aku malah pengen cerita soal tetanggaku ada lho yang sampe snewen kaena pengen dipanggil bunda tapi anaknya manggilnya mamak mamak. Hihi.

    BalasHapus
  3. Belum dipanggil apa2 sama ananda2, soalnya belum punya ananda 😂. Suami aja belom ada 😂😂


    Btw, aku juga pengennya dipanggil Bunda nanti. Tapi setelah baca tulisan ini hmmm kok aku berubah pikiran ya 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwkwk... semoga segera ketemu sama calon ayahnya anak-anak yaaa :D

      Hapus
  4. Anak saya manggilnya mama sih. Itu juga baru beberapa hari ini. Pas dengar pertama kali itu langsung terharu rasanya. Heu

    BalasHapus

Terimakasih telah mampir ke rumah maya sederhana saya... tinggalkan kesanmu, ya :)