Senin, 07 November 2016

Catatan Kehamilan: Periksa Keempat [19week]

Catatan kehamilan tentang periksa keempat nulisnya telat pakai banget. Sebulan! Haha. Bahkan kemarin saya barusan periksa kehamilan yang kelima =D Tapi gak papa, saya pengen tetep nulis lengkap dan berurutan :)

Periksa kehamilan yang keempat sebenarnya kami (saya dan Mas Suami) niati tanggal 4 Oktober, dengan jadwal tes laboratorium terlebih dahulu. Menurut info yang kami terima dari dokter Retno pada periksa kehamilan sebelumnya, hasil tes laboratorium bisa keluar satu-dua jam setelah dilakukan tes. Maka beliau merekomendasikan saya tes lab sore hari sembari menunggu beliau mulai praktek. Saya dan Mas Suami pun mengikuti anjuran tersebut.

Baca: Catatan Kehamilan Periksa Ketiga [14week]

Tanggal 4 Oktober 2016, sepulang dari kantor kami langsung menuju RSIA Kusuma Pradja. Setelah daftar untuk tes lab sekaligus periksa dengan dokter Retno, kami dipersilakan menuju lab RSIA Kusuma Pradja yang terletak di lantai dua. Saat bertemu dengan petugas lab dijelaskan bahwa ternyata untuk tes TORCH hasilnya gak bisa langsung jadi, melainkan baru bisa jadi sehari setelah tes, alias besok sore. Seperti yang saya ceritakan di catatan kehamilan sebelumnya, saya berkeinginan melakukan tes TORCH meskipun gak lengkap (karna mahal). Setelah diskusi sama suami, kami akhirnya sepakat periksanya besok sore aja, setelah hasil lab jadi, biar bisa sekalian ditunjukkan hasilnya pada dokter Retno. Jujur agak kecewa sore itu, soalnya sudah gak sabar pengen ketemu si adek melalui layar. Jadi sore itu akhirnya cuma diambil darah sama urine aja.

Sore hari berikutnya -- tanggal 5 Oktober -- kami datang lagi ke RSIA Kusuma. Hasil tes lab sudah jadi, an diambil di loket pendaftaran. Dag dig dug baca hasil lab-nya, terutama bagian TORCH-nya. Sekitar setengah tujuh malah, nama saya dipanggil. Setelah dokter Retno membuka hasil lab-nya, beliau bilang semua bagus. Untuk bagian tes TORCH-nya menunjukkan bahwa saya belum pernah terinfeksi virus tokso maupun rubella. Alhamdulillah, lega. Tapi kata dokter Retno itu malah artinya badan saya belum punya antibodi terhadap dua virus tersebut. Sedangkan untuk virus CMV-nya menunjukkan saya sudah pernah terinfeksi di masa lampau, dan itu artinya saya sudah punya antibodi terhadap virus tersebut. Pesen dokter Retno, positif thinking aja. Yang penting berusaha untuk selalu jaga kondisi. Yang lain-lain Alhamdulillah bagus semua, termasuk protein dalam urine, Alhamdulillah negatif. Doakan saya sehat selalu, ya :)


Soal keputihan, ini cukup bikin saya resah karna masih saja berlanjut. Meski gak berbau dan gak bikin gatal, tapi warnanya yang agak kekuningan bikin saya cukup galau. Lalu dokter Retno meresepkan sebuah obat, tapi tidak untuk diminum melainkan dimasukkan ke Ms. V. Bismillah, semoga dengan perantara obat tersebut keputihan saya sembuh. Aamiin. 

Nah, sekarang masuk ke bagian terfavorit sekaligus paling bikin grogi, yaitu USG. Pertama dokter Retno menunjukkan bagian-bagian tubuhnya si adek yang terlihat di layar. Alhamdulillah sudah terlihat dua tangannya dan dua kakinya. Telapak kakinya terlihat jelas sekali, Masya Allah... seneng :') Terus saya nyeletuk tanya, "jenis kelaminnya udah kelihatan belum, dok?". dokter Retno senyum, bilang belum. Beberapa saat menggerak-gerakkan alatnya lagi, tiba-tiba beliau senyum. "Eehh, sudah kelihatan ternyata kelaminnya!". Saya langsung semangat, "Cewek apa cowok, dok?". dokter Retno tersenyum. "Cowok, Insya Allah," jawabnya.


Huaaaa... mata saya berkaca-kaca. Hati saya buncah. Entah kenapa sejak awal hamil saya udah feeling banget si jabang bayi yang ada dalam perut saya adalah cowok. Padahal saya dan Mas Suami netral aja sih, gak ada keinginan yang condong banget ke cewek atau cowok. Apapun, asalkan sehat, selamat dan sempurna itu sudah lebih dari cukup bagi kami.

Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang harus kami dustakan? :')

2 komentar:

  1. Ya Allah turut senang saa.. lanang yaaa hihii moga sehat smuanya ya. Torch lengkap dsni jg mahal sa. Aku ngga ambil smua. Alhamdulillah ya hasilnya kmu jg negative..
    Usg emang paling ngangenin ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. harusnya torch itu disubsidi sama pemerintah ya mbak. haha, ngarep...
      aamiin utk doanya mbaa, makasih :*

      Hapus

Terimakasih telah mampir ke rumah maya sederhana saya... tinggalkan kesanmu, ya :)