Sabtu, 12 Maret 2016

Mempersiapkan Baju Untuk Akad Nikah


Akad nikah adalah prosesi yang paling utama dan paling inti dari serangkaian prosesi pernikahan yang biasa diselenggarakan. Maka, memikirkan detail akad nikah rasanya menjadi keharusan. Setelah memikirkan hal-hal yang pokok seperti wali, saksi, dan lain-lainnya, mempersiapkan baju untuk akad nikah pun tidak boleh luput dari perhatian. Pada saat akad nikah, pastilah banyak orang yang ingin menyaksikannya. Apa iya sang pengantin yang merupakan tokoh sentral dari acara tersebut, tak ingin berpenampilan yang baik?

Ada beberapa alternatif yang bisa dipilih saat mempersiaokan baju untuk akad nikah. Jika ingin simpel, kita bisa tinggal datang ke vendor persewaan baju pengantin, dan memilih baju mana yang cocok untuk disewa dan dipakai saat akad nikah. Tapi, jika mengingat betapa momen akad nikah merupakan momen sakral dan amat bersejarah, tidak heran pula banyak orang yang memilih untuk memesan baju khusus untuk akad nikah, dan menyimpannya sebagai kenang-kenangan.

Nah, saya memilih opsi yang kedua :)

Ya, akhirnya saya memutuskan untuk mempersiapkan baju untuk akad nikah secara khusus. Bukan, khusus di sini artinya bukan berarti mewah. Sederhana saja, asalkan pantas dan sesuai dengan keinginan. Keputusan tersebut saya ambil setelah berdiskusi dengan si Mas. Ia setuju saya membuat baju untuk akad nikah sendiri -- tidak menyewa -- agar nilai historisnya akan tetap terjaga. Si Mas juga menginginkan bajunya dibuat sederhana, agar bisa tetap dipakai di lain momen, misalnya untuk datang ke kondangan.

Luar biasanya, alhamdulillah proses mempersiapkan baju untuk akad nikah ini benar-benar istimewa (menurut saya). Mengapa? Yang pertama, bapak-ibu si Mas ternyata dengan sukacita menawarkan diri untuk membelikan bahan kainnya. Padahal jujur saja tadinya sempat agak kepikiran tentang budget untuk membeli kain, yang pastilah lumayan besar. Rejeki dari arah yang tidak diduga-duga :)

Yang kedua, baju akad nikah saya dijahitkan langsung oleh dua wanita yang amat saya cintai, yaitu ibu dan kakak perempuan saya, yang memang pandai menjahit. Saya sudah amat sering dijahitkan baju oleh mereka. Tapi tentu saja dibuatkan baji untuk akad nikah rasanya jauh lebih istimewa :)

Yup, kesimpulannya, baju akad nikah saya nanti -- Insya Allah -- merupakan salah satu simbol kasih sayang dari kolaborasi orang-orang yang mencintai kami dan si Mas :')

Untuk model, saya mencari inspirasi dengan blogwalking ke beberapa blog. Salah satu yang menginspirasi adalah gaun akad nikah Puput Utami, namun saya ingin membuat yang jauh lebih simple dari itu. Awalnya saya ingin baju akad nilah saya berwarna putih tulang, dengan sedikit kombinasi payet berwarna kuning emas. Tapi karna satu dan lain hal, pemberian payet sedang saya pertimbangkan kembali jadi atau tidaknya. Hehe.

Penasaran sama baju akad nikah saya? Hehe

Alhamdulillah saat ini sudah setengah jadi. Ini dia tampilannya:


Doakan semuanya lancar ya, teman :)

19 komentar:

  1. Bagus persiapannya.
    Semoga lancar dan barokah
    Jaga kesehatan ya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... matursuwun sanget doanipun Pakdhe :)

      Hapus
  2. Bagus persiapannya.
    Semoga lancar dan barokah
    Jaga kesehatan ya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  3. dulu aku mah karena aku diluar koat kerjanya jadi yg ngurusin semuanya ortu, aku terima jadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga di luar kota, tapi alhamdulillah bisa sering pulang. hehe

      Hapus
  4. Semoga lancar sampai akad nikah ya mbak :)

    BalasHapus
  5. wah kemaren saya opsi pertama mbak,
    yah masalah budget juga sih,
    hmm saya berdoa semoga rumah tangganya sampai ke surga kelak, aamiin..
    salam jumpa lagi mbak Ros..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. makasih doanya mas yudi :)

      Hapus
  6. semoga pernikahannya lancar mbak, dan jadi keluarga SaMaWa.. aamiin

    BalasHapus
  7. Keren baju akad nikahnya, semoga lancar yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak...
      aamiin utk doanya :)

      Hapus
  8. Semoga menjadi pasangan yang sakinah mawadah warohmah ya mbak, amin.

    BalasHapus

Terimakasih telah mampir ke rumah maya sederhana saya... tinggalkan kesanmu, ya :)